Apa Itu DHCP
Bagi anda yang berkarir di dunia IT atau Komputer Jaringan semestinya sering mendengar istilah DHCP. Dalam postingan kali ini saya akan mensharingkan setitik ilmu saya mengenai DHCP. Semoga berguna yach !
Pengertian
DHCP merupakan singakatan dari Dynamic Host Configuration Protocol.
DHCP sangatlah penting dalam suatu jaringan. DHCP digunakan agar komputer atau sebuah workstation bisa mengambil atau mengkonfigurasi baik itu IP address, DNS, Gateway dan lain sebagainya bagi kemputer atau workstation tersebut dari suatu server DHCP. Langsung ke intinya aja ya, intinya adalah kegunaan DHCP itu mampu mengurangi pekerjaan administrator dalam mengadministrasi suatu jaringan komputer berbasis IP yang banyak atau besar. Anda dapat membaangkan jika ada 1700 komputer yang terubung dalam sebuah jaringan dan anda harus menyeting IP address nya satu – persatu. Susah banget kan ! Itu lah sebenarnya kegunaan DHCP itu sendiri.
Sekilas Seputar DHCP
DHCP dibuat dan didesain ole kelompok kerja Dynamic Host Configuration
pada Internet Engineering Task Force (IETF). IETF sendiri merupakan organisasi yang mendefenisikan berbagai macam protokol dalam hubungannya dengan internet. Selanjutnya, definisi dari DHCP itu sendiri dituangkan ke dalam suatu dokumen RFC (Request for comments) dan kemudian Internet Activities Board (IAB) mengkaji statusnya untuk kemudian menjadi suatu standar di internet. Sampai dengan bulan Maret 1996, status DHCP merupakan suatu Internet Proposed Standard Protocol dan sifatnya Elective. Sementara itu BOOPT saat itu merupakan Internet Draft Standard Protocol dan sifatnya Recommended. Untuk melihat lebih jauh mengenai standarisasi internet pada saat itu, silahkan akses atau baca RFC1920.
Perbedaan DHCP dengan BOOTP dan RARP
adalah DHCP berbasiskan pada BOOTP dan masih kompatibel dengan tekhnologi sebelumnya. Perbedaan utamanya adalah BOOPT didesain untuk manual pre-configuration dan informasi host di dalam suatu server database, sementara itu DHCP digunakan untuk memberi alokasi alamat jaringan secara dinamis dan juga konfigurasi penting lainnya bagi host-host yang baru bergabung ke dalam jaringan. Sebagai tambahan, DHCP membolehkan suatu metode recovery dan juga relokasi yang mana membolehkan suatu komputer untuk mencari nomor IP-nya sendiri, yang mana salah satu parameter-parameter protokol diberikan ke client system dengan DHCP atau BOOPT. RARP tidak mendukung parameter-parameter lainnya dan menggunakannya. Sebuah server hanya mampu untuk melayani LAN tunggal. Sementara itu DHCP dan BOOPT didesain agar mereka bisa di-route pada jaringan.
Jika alamat IP pada cient diberikaan secara otomatis tanpa enggunakan DHC server.
Secara teoritis hal ini sangat mungkin, dimana suatu client atau komputer bisa mengambil sembarang IP address bagi dia sendiri dan kemudian mem-broadcast suatu request kepada komputer-komputer lainnya untuk melihat apakah alamat IP tersebut sudah digunakan atau belum. Appletalk disesain dengan ide seperti itu dan MacTCP pada Apple bisa dikonfigurasi seperti hal tersebut. Namun demikian, metode alokasi IP seperti itu memiliki beberapa kelemahan, yaitu :
- Komputer yang memerlukan IP address permanen bisa saja dimatikan dan hal itu membuatnya kehilangan IP address nya dan IP address tersebut bisa digunakan oleh komputer lainnya. Ini bisa berakibat pada masalah kesulitan mencari service yang ada pada masalah kesulitan mencari service yang ada pada jaringan dan juga resiko pada masalah keamanan.
- Jika pemberian IP address ini harus diberikan dengan mengikuti satu range tertentu, maka hal ini akan menimbulkan masalah karena kita harus menentukan range-nya pada masing-masing komputer. Ini akan mengakibatkan terjadinya hidden configuration error dan kesulitan dalam mengganti range-nya di kemudian hari.
DHCP memberi alamat IP ke dalam jaringan secara statis.
Ini bisa diibaratkan bahwa setiap client di dalam jaringan komputer yang menerapkan DHCP selalu akan menerima IP yang sama selamanya. Ini sangat mungkin diimplementasikan dan menurut dokumen RFC, ini merupakan suatu lokasi alamat secara manual tetapi dilakukan secara tersentralisasi.
Suatu client BOOPT bisa saja melakukan booting dari DHCP server,
selama DHCP server secara spesifik ditulis untuk juga menghandle BOOPT query.
Suatu client DHCP bisa saja melakukan booting dari BOOPT server,
selama client DHCP ditulis secara spesifik untuk menjawab pesan dari suatu BOOPT server.
DHCP sever menjadi backup bagi DHCP server yang lain.
Anda bisa saja memiliki beberapa DHCP server dalam suatu jaringan. Selama server-server DHCP tersebut identik dan memiliki alokasi yang sama bagi semua client dalam jaringan tersebut, maka apabila salah satu DHCP erver mati, data konfigurasi bisa diambil dari server DHCP lain yang masih hidup. Untuk itu diperlukan suatu metode komunikasi server-to-server pada server-server DHCP.
DHCP didefenisikan.
Anda bisa membaca dokumen RFC1541, RFC1534 dan RFC153. Untuk membacanya silakan anda menuju ke http://ds.internic.net/ds/dspg1intdoc.html
Hal-hal lebih lanjut mengenai DHCP,
bisa anda liat disini http://www.bucknell.edu/~droms/dhcp/ atau ke http:://info.isoc.org/HMP/PAPER/127/html/paper/127/html/paper.html atau anda bisa cari lebih lanjut di google dan yahoo dengan keyword DHCP tutorial.
Fitur yang ditawarkan oleh DHCP.
DHCP mengenal 3 macam jenis alokasi.
- Manual allocation : dimana administrator server membuat konfigurasi pada server yang mencatat MAC address dari setiap komputer dan untuk setiap MAC address tersebut sudah ditentukan masing-masing IP address nya.
- Automatic allocation : dimana adminitrator server membuat konfigurasi pada server yang mana hanya mengandung IP address yang nantinya akan diberikan kepada komputer client. Sekali suatu alamat IP terasosiasi dengan suatu MAC address pada komputer, maka ia akan secara permanen diasosiasikan dengan MAC address tersebut sampai administratornya mengubahnya secara manual.
- Dynamic allocation : hal ini sama halnya seperti automatic allocation, tetapi server akan mencatat status peminjaman IP address (leases) dan akan memberikan alamat IP yang lease-nya sudah expire kepada client DHCP atau komputer lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar