Dalam setiap installasi sistem operasi Linux, penentuan partisi seringkali membuat bingung. Selain karena kurang mengerti peruntukanya, memahami konsep partisipun masih sangat mengambang.
Ambillah asumsi, analogi, ataupun anggapan, bahwa harddisk yang anda gunakan adalah sebuah gedung ataupun ruko. Gedung yang anda miliki memiliki berbagai macam luasnya ada yang 40m2, 60m2, 80m2, 120m2 bahkan kini ada yang mencapai 300m2. Selanjutnya, apa yang anda bayangkan dengan gedung yang berukuran 80m2 tersebut? Tentunya jika ingin digunakan tempat usaha atau kantor, akan kesulitan jika satu ruangan 80m2 digunakan tanpa penyekat, kecuali memang anda berencana menyewakan sebauh aula. Agar mudah dalam mengatur ruangan, maka gedung seluas 80m2 perlu dibagi-bagi dengan penyekat. Nah, penyekat inilah yang akan membagi gedung seluas 80m2 menjadi tempat kerja yang efektif.
read more
Pertanyaan selanjutnya, jika ingin dibagi, berapa luasan ruang tiap-tiap sekatan? Nah.. jawaban dari pertanyaan ini sangat tergantung dengan penggunaan ruangan tersebut. Ruangan yang menyimpan barang-barang besar seperti kulkas, mesin fotocopy, printer outdor, bahkan mobil tentunya membutuhkan ruang yang besar. Juga berlaku sebaliknya, untuk ruangan yang menyimpan barang-barang kecil, seperti sapu, pengki, dan semacamnya tidak perlu ruangan yang besar.
Terus, bagaimana jika anda tidak yakin dengan isi ruangan anda?
Cara yang paling sederhana yaitu ruangan hanya dipisahkan tiga macam, ruangan direktur, ruangan penyimpanan, dan ruangan kerja. Ruangan direktur ini adalah letaknya sistem anda utama dipasang, ruangan direkur yang ideal tidak perlu terlalu luas, cukup untuk dapat digunakan bekerja saja. Karena begitu tempat usaha anda sudah berjalan, tentunya ruangan direktur akan menjadi ruangan yang paling repot untuk diubah.
Setelah gedung seluas 80m2 disekat-sekat, tentunya agar bisa digunakan kerja, anda perlu menata hasil penyekatan tersebut. Tentunya penataan ruangan untuk staf dan untuk direktur bisa dibuat sama dan bisa berbeda, tergantung selera.
Untuk mencegah si direktur menjadi stress, bingung lalu pingsan, maka perlu disediakan ruangan tersendiri yang akan menampung berkas-berkas yang sedang dikerjakan oleh direktur. Ruangan ini adalah SWAP. Dikala meja kerja direktur sudah dirasa cukup penuh, dan berkas kerjaan terus berdatangan, maka berkas tersebut akan diletakkan di ruangan SWAP. Dengan cara ini, maka kelegaan meja kerja direktur dapat terjaga, dan si direktur dapat terus bekerja dengan ceria, sentosa dan bersahaja.
Awas, untuk menentukan ruangan SWAP ini juga perlu diperhatikan. Ruangan SWAP memang tidak memerlukan ruangan yang luas, tapi juga jangan terlalu sempit. Jika limpahan berkas di meja direktur ternyata memenuhi ruangan SWAP sehingga ruangan SWAP tidak mampu menampung berkas kerjaan lagi, maka kondisi direktur pun akan kembali ke semula, si direktur akan stress, bingung, lalu pingsan dan perlu direstart.
Dengan melihat spesifikasi komputer akhir-akhir ini, partisi swap cukup berukuran antara 500 MB hingga 1500 MB. Jika anda cukup yakin dengan apa yang akan anda kerjakan sehari-hari, anda dapat mengubah sendiri ukuran swap yang digunakan.
Setelah partisi dibuat, filesystem ditentukan, maka selanjutnya perlu diberikan mount point-nya.
Dalam sebuah tempat usaha yang sederhana, tentunya juga memiliki struktur organisasi sederhana. Masing-masing bagian agar dapat berkerja perlu diberikan jatah untuk menempati ruangan yang disediakan. Mengikrarkan penempatan ini sangatlah penting, kalau perlu dibuatkan SK-nya. Karena jika tidak di ikrarkan, maka ruangan yang sebelumnya repot-repot disekat, lalu repot-repot ditata posisi meja dan kursinya, tidak bakal ada yang menempati.
Secara umum, mount point hanya perlu diisikan root system (tanda slash ‘/’), kemudian home (tanda /home) dan SWAP.
Untuk cd-rom, usb disk, harddisk external, seperti yang dijelaskan sebelumnya, anda dapat menemukan perangkat penyimpanan anda di directory /media.
Jika perangkat penyimpanan seperti cd-rom, usb disk, harddisk external, ibarat sebagai tamu, maka directory /media adalah ruang tamunya. Tamu-tamu yang berurusan dengan tuan rumah akan diterima di ruang tamu. Oleh karena itu, anda jangan sampai lupa, dimana letak ruang tamu anda.
Lain ceritanya apabila tamu itu memang sudah dikenal baik oleh si empunya rumah. Maka tuan rumah sah-sah saja untuk menerima tamu tersebut didalam, di ruang keluarga, ruang makan, bahkan ruang tidur.
Untuk pengaturan mount point, dapat diatur di file /etc/fstab. Penggunaan file ini tidak dibahas dahulu disini.
Anda bisa menganggap harddisk anda sebagai gudang yang dengan bebas anda tata bagaimana susunan didalamnya. Dalam penentuan partisi saat installasi, hanya tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu ukuran partisi, filesystem yang digunakan, dan mount point-nya.
Mudah bukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar